Gerak Cepat PKS Kaltim: Donasi Internal dan Potong Gaji untuk Korban Bencana Sumatera

Bencana alam adalah musibah yang ditetapkan Sang Pencipta, manusia hanya bisa pasrah menghadapinya. Namun, banyak bencana alam yang terjadi sebenarnya karena ulah manusia sendiri, misalnya karena pembalakan liar dan proyek pertambangan yang tidak sesuai dengan standart perlindungan alam.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Indonesia. Tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, salah satu sebabnya terjadi akibat “deforestasi” wilayah hutan yang cukup signifikan luasnyah. Luas hutan di Aceh pada tahun 2023 adalah 11.228 ha, sekarang tersisa 10.100 ha. Sumatera Utara di tahun 2023 memiliki luas hutan 7174 ha, yang kini tersisa 6142 ha saja. Sedangkan Sumatera Barat dari 6.634 ha menjadi 5.705 ha.

Menurut akun Geoportal Data Bencana Indonesia milik BNBP yang diakses Sabtu, 6 Desember 2025, terdapat 883 orang meninggal dunia, 520 jiwa dinyatakan hilang, dan korban luka sebanyak lebih 4200 orang. Dampak kerusakan yang ditimbulkan juga begitu mengerikan, di antaranya 121 ribu rumah, 509 sekolah, 270 rumah sakit atau klinik dinyatakan rusak–dari rusak sedang hingga rusak berat. Belum ditambah kerusakan fasilitas ibadah dan fasilitas umum yang lain.

Terkait dengan musibah tersebut, DPP Partai Keadilan Sejahtera menghimbau ke seluruh struktur kepengurusan di bawahnya, mulai dari DPW sampai DPRa, untuk menggalang dana internal serta melakukan pemotongan gaji sukarela kepada anggota legislatif dan pejabat publik asal PKS.

Ketua DPW PKS Kalimantan Timur–H. Ardiansyah Sulaiman–menyambut intruksi DPP PKS tersebut dengan segera menggalang dana internal dari kadernya se-Kalimantan Timur, serta meminta aleg dan pejabat publik ada PKS se-Kaltim, melalui Bendahara DPW Kaltim–melakukan pemotongan gaji secara sukarela.

“Kesedihan yang menimpa sebagian rakyat Indonesia di wilayah Sumatera tersebut merupakan duka bersama seluruh rakyat Indonesia. Maka, menjadi kewajiban kitalah meringankan beban saudara-saudara kita setanah air,” ungkap Ardiansyah.

Dengan dilaksanakannya aksi peduli bencana ini, harapannya dapat meringankan beban para korban dan mengasah rasa empati di kalangan para kader PKS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *