Kutai Kartanegara – Semangat melayani tanpa memandang perbedaan kembali diwujudkan DPD PKS Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Program Mobil Layanan PKS. Pada Kamis (18/6/2026), fasilitas layanan sosial tersebut digunakan untuk mengantarkan sejumlah warga non-Muslim ke Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai.
Layanan ini menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian sosial dapat hadir untuk siapa saja. Dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, PKS Kukar berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat luas tanpa membedakan keyakinan, suku, maupun latar belakang sosial.
Penanggung Jawab Mobil Layanan PKS, Riyawan, S.Hut, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen PKS untuk terus hadir membantu kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan transportasi dan mobilitas.
“Layanan ini kami siapkan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Tujuan utamanya adalah membantu sesama dan memberikan kemudahan bagi warga dalam berbagai keperluan,” ujarnya.
Riyawan menjelaskan, Mobil Layanan PKS selama ini tidak hanya digunakan untuk mengantar warga ke suatu lokasi. Kendaraan tersebut juga kerap dimanfaatkan untuk mengantar pasien berobat, mendukung kegiatan sosial masyarakat, membantu proses evakuasi saat terjadi keadaan darurat, hingga menyalurkan bantuan kemanusiaan ketika terjadi bencana.
Menurutnya, setiap bentuk pelayanan yang dilakukan berlandaskan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama manusia.
“Kami berharap kehadiran Mobil Layanan PKS dapat memperkuat rasa persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, serta menumbuhkan semangat saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
DPD PKS Kutai Kartanegara menilai bahwa pelayanan sosial merupakan salah satu cara untuk membangun kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, program Mobil Layanan PKS akan terus diperluas jangkauannya agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya, termasuk mereka yang tinggal di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Melalui program ini, PKS Kukar berharap nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh, sehingga keberagaman yang ada menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan saling peduli.
