Buah yang satu ini adalah buah asli Kalimantan,
dengan nama latin Ficus Lepicarpa ini. Ciri khas pohon ini; batangnya menjulang tinggi, buahnya berwarna hijau dengan tekstur kulit yang halus. Buah bolok rasanya asam sedikit manis, sehingga menjadikan buah ini makanan favorit bagi hewan-hewan hutan seperti pelanduk, kijang, rusa maupun hewan lainnya.
Buah ini banyak tumbuh di hutan Kalimantan, tapi kadang bisa juga ditemui di daerah pesisir sungai Mahakam.
Buah bolok dijadikan tema sebuah lagu, yang akhirnya dikenal sebagai lagu daerah Kalimantan Timur. Lagu tersebut diciptakan oleh Masdari Achmad, mengandung arti khusus dalam setiap baitnya. Lagu ini menjadi lagu daerah yang wajib diajarkan di sekolah.
Berikut lirik lagu Buah Bolok:
*Buah bolok kuranji papan
Dimakan mabok dibuang sayang
Busu embok etam kumpulkan
Rumah-rumah jabok etam lestarikan
Arti:
Buah Bolok Kuranji papan
Dimakan mabuk dibuang sayang
Om dan tante kita kumpulkan
Rumah-rumah rusak (buruk) kita lestarikan
*Buah salak muda diperam
Dimakan kelat dibuang sayang
Spupu dengsanak etam kumpulkan
Untuk menyambut wisatawan
Arti
Buah salak muda disimpan
Dimakan tak manis dibuang sayang
Sepupu dan saudara kita kumpulkan
Untuk menyambut wisatawan
*Buah terong digangan nyaman
Jukut blanak tolong panggangkan
Musium Tenggarong Mulawarman
Yok dengsanak etam kenangahkan
Arti
Buah terong disayur enak
Ikan belanak tolong panggangkan
Museum Tenggarong Mulawarman
Ayo saudara kita banggakan
*Buah bolok kuranji papan
Dimakan mabok dibuang sayang
Keroan kanak sekampongan
Etam begantar bejepenan.
Arti
Buah bolok kuranji papan
Dimakan mabuk dibuang sayang
Sekumpulan anak-anak sekampungan
Kita bergoyang menari jepen.
Makna dari lagu Buah Bolok adalah menceritakan tentang ajakan bagi kaum muda untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal, khususnya budaya Kutai Kalimantan timur yang diwakili oleh buah bolok itu sendiri sebagai simbol kekayaan daerah.
Pesan moral yang terdapat pada lagu Buah Bolok adalah mengajak para pemuda Kalimantan agar mau nengenali dan melestarikan budaya sendiri. Pesan lain adalah pengingat akan kayanya budaya Indonesia yang wajib dijaga dan dilestarikan, misalnya tentang lagu, bahasa, atau rumah adat yang saat ini mulai banyak ditinggalkan hingga akhirnya rusak.
Masih banyak kekayaan budaya yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, bukan hanya tentang buah khas atau rumah adat saja. Kekayaan yang lain contohnya adalah tenun kain songket hasil tangan asli kalimantan, dengan corak yang berbeda dari tenunan daerah lain, atau tarian khas Kalimantan yang banyak ragamnya, dari tarian yang bernuansa melayu hingga tarian dari suku Dayak. (Id.N)
