Ratusan Titik Panas Muncul di Kaltim, Gema Keadilan Perkuat Tim Medis Karhutla

Samarinda – Meningkatnya titik panas di Kalimantan Timur mendorong Generasi Muda (Gema) Keadilan Kaltim memperkuat kesiapan relawan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan diberikan melalui penyaluran sejumlah peralatan medis untuk Gema Keadilan Rescue.

Bantuan tersebut diserahkan di Kantor DPW PKS Kaltim, Senin (14/9/2026). Perlengkapan yang diberikan antara lain tabung gas, tas P3K, ambulans, serta sejumlah alat medis pendukung lainnya.

Ketua Gema Keadilan Kaltim, Haris Jundana, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.

Ia menyebut berdasarkan pemantauan BMKG, jumlah titik panas di Kaltim telah mencapai sekitar 300 titik. Kondisi ini dinilai membutuhkan kesiapan berbagai unsur, termasuk tim medis yang mendampingi petugas pemadam di lapangan.

Menurutnya, risiko yang dihadapi petugas semakin besar ketika proses pemadaman mengharuskan mereka masuk langsung ke area kebakaran. Terlebih, karakteristik lahan di Kaltim yang sebagian berupa gambut dan mengandung batubara membuat titik panas dapat berada di bawah permukaan tanah.

“Ketika tenaga pemadam turun ke lapangan secara langsung, di situlah titik kritis di mana mereka membutuhkan dukungan medis,” ujarnya.

Haris mengatakan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Sinergi antarlembaga dan kesiapan relawan menjadi faktor penting, termasuk memastikan perlengkapan medis tersedia ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Mukhild, salah satu relawan Gema Keadilan Rescue, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, tambahan perlengkapan tersebut akan membantu relawan saat memberikan pelayanan di lokasi karhutla.

Muklis menjelaskan, Gema Keadilan Rescue akan berfokus pada dukungan medis bagi relawan dan petugas di lapangan. Mereka berpotensi menghadapi berbagai kondisi, mulai dari gangguan pernapasan akibat paparan asap hingga luka ringan selama proses penanganan karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *